Dia mengatakan bahwa kematian itu selesainya otak bekerja. "Saya
menganggap otak seperti komputer yang akan berhenti bekerja ketika
komponennya rusak. Tidak ada kehidupan setelah mati ataupun surga bagi
komputer rusak itu. Semua itu cuma dongeng bagi orang-orang yang takut
akan kegelapan," urai Hawking.
Dalam
wawancara itu, Hawking juga mengemukakan bahwa terjadi fluktuasi kuantum
pada masa awal semesta menciptakan galaksi, bintang, dan kehidupan,
termasuk manusia. "Ilmuwan memprediksikan bahwa ada banyak semesta yang
tercipta secara spontan. Adalah masalah kesempatan saja kita ada di
dalamnya," kata Hawking.
Pernyataan tersebut juga mempertegas
isi buku The Grand Design karyanya yang dipublikasikan pada 2010. Buku
itu menyatakan bahwa penciptaan semesta dan eksistensinya tak perlu
peran serta Tuhan. Gagasan Hawking yang kontroversial itu menyulut
perdebatan dengan para pemuka agama.
Pertanyaannya kemudian, ketika
kehidupan kekal dan surga tak ada, apa yang harus dilakukan manusia
dalam hidupnya? Hawking mengemukakan bahwa hakikat kehidupan adalah
menemukan makna dari tindakan yang dilakukan. "Kita harus menemukan
nilai tertinggi dari tindakan kita," cetus Hawking.
Hawking
sendiri menyatakan bahwa ia tak takut mati. "Saya telah hidup dengan
prediksi kematian dini selama 49 tahun. Saya tak takut mati, tetapi saya
juga tak buru-buru ingin mati. Saya masih punya banyak hal yang perlu
saya lakukan," papar fisikawan yang juga menulis buku best seller A
Brief History of Time pada tahun 1988 ini.
Selain itu Hawking juga menyatakan bahwa alam semesta diatur oleh sains. "Semesta
diatur oleh sains. Tetapi sains mengatakan kepada kita bahwa kita tak
bisa menyelesaikan persamaan secara langsung. Kita harus menggunakan
teori seleksi alam Darwin untuk survive. Kita akan memberi mereka nilai
tertinggi." Kata Hawking.
Hawking juga menyatakan sisi sains bagi dirinya. "Sains
menjadi menawan ketika mampu menjelaskan secara sederhana fenomena atau
hubungan setiap observasi yang berbeda. Misalnya terkait struktur DNA
double helix dalam ilmu biologi dan persamaan dasar fisika," ungkap
Hawking.
Sebelumnya
pada saat Hawking berumur 21 tahun dia di didiagnosis bahwa dia tidak
akan lama lagi hidupnya. Akan tetapi sampai sekarang kira-kira 50 tahun
Hawking masih hidup sehingga dia menggap dia mempunyai nilai lebih dari
kehidupan
No comments:
Post a Comment
Silahkan anda berkomentar jika info diatas sangat menarik