Monday, July 9, 2012

stephen hawking: surga hanya dongeng belaka

Orang yang beragama islam selalu percaya dengan adanya kehidupan setelah kematian bahkan semua orang beragama selalu percaya itu. Tapi tahukah anda pernyataan Stephen Hawking tentang kehidupan setelah kematian. Stephen Hawking seorang fisikawan dunia yang menggap bahwa surga dan kehidupan setelah kematian itu hanya dongeng belaka. 
Dia mengatakan bahwa kematian itu selesainya otak bekerja. "Saya menganggap otak seperti komputer yang akan berhenti bekerja ketika komponennya rusak. Tidak ada kehidupan setelah mati ataupun surga bagi komputer rusak itu. Semua itu cuma dongeng bagi orang-orang yang takut akan kegelapan," urai Hawking.

Dalam wawancara itu, Hawking juga mengemukakan bahwa terjadi fluktuasi kuantum pada masa awal semesta menciptakan galaksi, bintang, dan kehidupan, termasuk manusia. "Ilmuwan memprediksikan bahwa ada banyak semesta yang tercipta secara spontan. Adalah masalah kesempatan saja kita ada di dalamnya," kata Hawking.


Pernyataan tersebut juga mempertegas isi buku The Grand Design karyanya yang dipublikasikan pada 2010. Buku itu menyatakan bahwa penciptaan semesta dan eksistensinya tak perlu peran serta Tuhan. Gagasan Hawking yang kontroversial itu menyulut perdebatan dengan para pemuka agama.

Pertanyaannya kemudian, ketika kehidupan kekal dan surga tak ada, apa yang harus dilakukan manusia dalam hidupnya? Hawking mengemukakan bahwa hakikat kehidupan adalah menemukan makna dari tindakan yang dilakukan. "Kita harus menemukan nilai tertinggi dari tindakan kita," cetus Hawking.

Hawking sendiri menyatakan bahwa ia tak takut mati. "Saya telah hidup dengan prediksi kematian dini selama 49 tahun. Saya tak takut mati, tetapi saya juga tak buru-buru ingin mati. Saya masih punya banyak hal yang perlu saya lakukan," papar fisikawan yang juga menulis buku best seller A Brief History of Time pada tahun 1988 ini.

Selain itu Hawking juga menyatakan bahwa alam semesta diatur oleh sains. "Semesta diatur oleh sains. Tetapi sains mengatakan kepada kita bahwa kita tak bisa menyelesaikan persamaan secara langsung. Kita harus menggunakan teori seleksi alam Darwin untuk survive. Kita akan memberi mereka nilai tertinggi." Kata Hawking.

Hawking juga menyatakan sisi sains bagi dirinya. "Sains menjadi menawan ketika mampu menjelaskan secara sederhana fenomena atau hubungan setiap observasi yang berbeda. Misalnya terkait struktur DNA double helix dalam ilmu biologi dan persamaan dasar fisika," ungkap Hawking.

Sebelumnya pada saat Hawking berumur 21 tahun dia di didiagnosis bahwa dia tidak akan lama lagi hidupnya. Akan tetapi sampai sekarang kira-kira 50 tahun Hawking masih hidup sehingga dia menggap dia mempunyai nilai lebih dari kehidupan

No comments:

Post a Comment

Silahkan anda berkomentar jika info diatas sangat menarik